TI Politala ALPRO 1B
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena
dengan Rahmat dan Karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan pembuatan artikel
dengan judul Fungsi hingga selesai.
Dengan diberikannya tugas pembuatan artikel di sebuah blog,
mahasiswa diharapkan mampu mempelajari lebih banyak lagi materi mengenai Fungsi
dan mampu menyelesaikan tugas mata kuliah algoritma pemrograman yang diberikan oleh
dosen.
Semoga dengan pembuatan artikel ini dapat bermanfaat khususnya
bagi penulis selaku mahasiswa dan umumnya bagi kita semua.
Selanjutnya penulis, merasa bahwa artikel Fungsi ini jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu, penulis mohon maaf sebesar-besarnya apabila dalam
penyusunan artikel ini terdapat banyak kesalahan, baik dalam segi penulisan,
pembahasan, dan penyusunannya yang kurang rapi. Maka dari itu besar harapan
penulis semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi penulis dan orang lain.
8 Desember 2018
BAB 1
PENDAHULUAN
1). Latar Belakang
Dalam melakukan sebuah pemrograman, terdapat beberapa dasar yang perlu
diketahui. Kita ambil sebuah contoh yakni fungsi, fungsi merupakan suatu
pemetaan beberapa script dalam suatu dasar pemrograman. Dalam membuat sebuah
program yang rumit dan suatu fungsi diulang secara berkali-kali menimbulkan
suatu permasalahan, yakni panjangnya jumlah script yang harus diinputkan pada
bahasa C++.
Dengan adanya suatu
fungsi, kita mampu mengurangi space dalam penulisan script yang terlalu panjang
akibat pengulangan suatu fungsi. Dengan cara membuat suatu fungsi tersendiri
selain dari fungsi utama kita dapat panggil fungsi tersebut sesuka kita tanpa
harus menulis ulang script fungsi tersebut.
2). Rumusan Masalah
a.
Apa
yang dimaksud dengan fungsi ?
b.
Bagaimana
struktur fungsi ?
c.
Bagaimana
prototipe fungsi ?
d.
Bagaimana
parameter fungsi ?
e.
Bagaimana
cara pengiriman data ke fungsi ?
f.
Apa
saja jenis variabel ?
g.
Apa
yang dimaksud dengan fungsi inline ?
h. Apa
yang dimaksud dengan function overloading
?
3). Tujuan
a.
Untuk
mengetahui tentang fungsi.
b.
Untuk
mengetahui tentang struktur fungsi.
c.
Untuk
mengetahui tentang prototipe fungsi.
d.
Untuk mengetahui
tentang parameter fungsi.
e.
Untuk
mengetahui tentang cara pengiriman data ke fungsi.
f.
Untuk
mengetahui tentang jenis variable.
g.
Untuk
mengetahui tentang fungsi inline.
h.
Untuk
mengetahui tentang function overloading.
BAB 2
PEMBAHASAN
1). Pengertian Fungsi
Fungsi (Function) merupakan blok dari kode
yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk:
Ø Mengurangi
pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.
Ø Program
menjadi lebih terstruktur, sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan.
Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal
sebelumnya adalah fungsi main(), yang bersifat mutlak, karena fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang lainnya fungsi printf(), cout() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.
2). Struktur Fungsi
Sebuah
fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut :
nama_fungsi(argumen)
{
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
}
Keterangan:
Ø Nama fungsi,
boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak menggunakan spasi dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri.
Ø Argumen,
diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi. Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.
Ø Pernyataan /
perintah, diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.
Pada pemanggilan
sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama
fungsinya.
Contoh pembuatan fungsi sederhana :
Contoh-1
/* pembuatan fungsi garis()*/
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<stdlib.h>
using namespace std;
garis()
{
printf("\n----------------------\n");
}
/* program utama */
main()
{
system("cls");
garis(); //memanggil fungsi garis
cout<<"AMIK BSI - Pondok Labu"<<endl;
garis(); //memanggil fungsi garis
getche();
}
Output yang akan dihasilkan, dari program
contoh-1 diatas adalah :
Gambar 1 Running Contoh-1
3). Prototipe
Fungsi
Prototipe
fungsi digunakan untuk mendeklarasikan ke kompiler mengenai:
Ø
Tipe data
keluaran dari fungsi.
Ø Jumlah parameter yang digunakan
Ø Tipe data dari masing-masing parameter yang
digunakan.
Keuntungan
didalam pemakai prototipe yaitu :
Ø
Kompiler
akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter
fungsi.
Ø
Jika jumlah
parameter yang digunakan dalam definisi fungsi dan pada saat pemanggilan fungsi
berbeda atau tidak sama, maka akan menunjukkan kesalahan,
Contoh
prototipe fungsi :
float
total ( float a, float b);
Keterangan :
Ø
Tipe
data keluaran fungsi
Ø
Tipe
data parameter pertama
Ø
Tipe
data parameter kedua
Ø
Nama-fungsi
Ø
Di akhiri
titik koma (;)
Bentuk definisi dalam penggunaan
fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototipe, harus diubah. Sebagai
contoh pada pendefinisian berikut :
float total(a, b)
float a, b;
Bentuk pendefinisian diatas harus
diubah menjadi bentuk modern
pendefinisian fungsi :
float
total ( float a, float b)
Keterangan :
Ø
Tipe
data keluaran fungsi
Ø
Tipe
parameter a
Ø
Parameter
a
Ø
Tipe
parameter b
Ø
Parameter
b
Ø
Nama-fungsi
Ø
Tidak
menggunakan titik koma (;)
4). Parameter
Fungsi
Terdapat dua
macam para parameter fungsi, yaitu :
Ø
Parameter
formal adalah variabel yang terdapat pada daftar parameter yang berada didalam
definisi fungsi.
Ø
Parameter
Aktual adalah variabel yang digunakan pada pemanggilan suatu fungsi.
Bentuk
penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.
5). Pernyataan
return().
Digunakan
untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain
yang memanggilnya. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai
yang akan dikirimkan. Contoh pemakaian pernyataan return() dapat dilihat pada
contoh berikut :
Contoh-2
/*
-------------------------- */
/*
Penggunaan Fungsi return() */
/*
-------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<stdlib.h>
using
namespace std;
int
tambah(int *c); //prototype
fungsi tambah
main()
{
int a, b = 5;
system("cls");
a = tambah(&b);
cout<<"Nilai Setelah
Pemanggilan Fungsi adalah "<<a;
getch();
}
tambah(int
*c)//fungsi tambah
{
return(*c+=2);
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-2 diatas adalah :
Gambar 2 Running Contoh-2
6). Pengiriman
Data Konstanta Ke Fungsi
Mengirimkan
suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi yang lain dapat dilakukan dengan
cara yang mudah, dapat dilihat dari program berikut :
Contoh-3
/*
------------------------ */
/* Pengriman
data Konstanta */
/*
------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<stdlib.h>
using namespace
std;
float
luas(float sisi);
main()
{
float luas_bs;
system("cls");
luas_bs = luas(4.25);
cout<<"\nLuas Bujur Sangkar =
"<<luas_bs;
getch();
}
float
luas(float sisi)
{
return(sisi*sisi);
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-3 diatas adalah :
Gambar 3 Running Contoh-3
7). Pengiriman
Data Variabel Ke Fungsi
Bentuk
pengiriman data Variabel, sama seperti halnya pengiriman suatu nilai data
konstanta ke suatu fungsi, hanya saja nilai yang dikirimkan tersebut senantiasa
dapat berubah-ubah. Bentuk pengiriman tersebut dapat dilihat dari program
berikut :
Contoh-4
/*
------------------------ */
/* Pengriman
data Variabel */
/*
------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<stdlib.h>
using
namespace std;
float
luas(float sisi);
main()
{
float luas_bs, sisi_bs;
system("cls");
cout<<"\nMenghitung Luas
Bujur Sangkar"<<endl;
cout<<"\nMasukan Nilai Sisi
Bujur Sangkar : ";
cin>>sisi_bs;
luas_bs = luas(sisi_bs);
cout<<"\nLuas Bujur Sangkar =
"<<luas_bs<<" Cm";
getch();
}
float
luas(float sisi)
{
return(sisi*sisi);
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-4 diatas adalah :
Gambar 4 Running Contoh-4
8). Jenis
Variabel
Jenis
Variabel pada C++ ini sangat berguna didalam penulisan suatu fungsi agar
penggunaan didalam penggunaan suatu variabel tidak salah. Terdapat beberapa
jenis variabel yaitu:
a). Variabel
Lokal.
Variabel
Lokal adalah variabel yang dideklarasikan didalam fungsi dan hanya dikenal oleh
fungsi yang bersangkutan. Variabel lokal biasa disebut dengan Variabel
Otomatis.
b). Variabel
Eksternal atau Global.
Variabel
Eksternal adalah variabel yang dideklarasikan diluar fungsi yang bersifat
global yang artinya dapat digunakan bersama-sama tanpa harus dideklarasikan
berulang-ulang. Untuk pendeklarasian variabel ekternal ini, diluar dari fungsi
main(), yang selama ini pendeklarasian variabel selalu didalam fungsi main().
c). Variabel
Statis.
Variabel
Statis dapat berupa variabel local atau variabel eksternal Sifat variabel
statis ini mempunyai sifat antar lain.
Ø
Jika
variabel statis bersifat local, maka variabel hanya dikenal oleh fungsi tempat
variabel dideklarasikan.
Ø
Jika
variabel statis bersifat eksternal, maka variabel dapat dipergunakan oleh semua
fungsi yang terletak pada file yang sama ditempat variabel statis
dideklarasikan.
Ø
Jika tidak
ada inisialisasi oleh pemrograman secara otomatis akan diberikan nilai awal
nol.
Suatu
variabel statis diperoleh dengan menambahkan kata-kunci static didepan penentu
tipe data variabel.
9). Fungsi
Inline
Fungsi
inline ( inline function ) digunakan untuk mengurangi lambatnya eksekusi
program dan mempercepat eksekusi program terutama pada program yang sering
menggunakan atau memanggil fungsi yang berlebih. Terutama program-program yang
menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for, while dan do – while.
Inline function dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci inline didepan
tipe data.
Contoh-5
/*
-------------------------- */
/*
Penggunaan inlide function */
/*
-------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<stdlib.h>
using
namespace std;
inline int
kali(int i, int j)
{
return(i * j);
}
main()
{
int k;
system(“cls”);
for(k = 1; k < 20; k++)
cout<<kali(k, k*2)<<” “;
getch();
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-5 diatas adalah :
Gambar 5 Contoh-5
10). Function
Overloading
Function
Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi, sehingga memiliki nama yang
sama tetapi dengan parameter yang berbeda. Dapat diartikan bahwa fungsi yang
overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. Salah satu
kelebihan dari C++ adalah Overloading. Sebagai contoh membentuk fungsi yang
sama dengna tipe yang berbeda- beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang
berbeda-beda pula.
Contoh-6
/*
------------------------------- */
/*
Penggunaan function overloading */
/*
------------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<stdlib.h>
using
namespace std;
int
hitung(int b);
long hitung(long
c);
float
hitung(float d);
int main()
{
system("cls");
cout<< "Hasilnya Fungsi
overload -1 : ";
cout<<hitung(4)<<endl;
cout<< "Hasilnya Fungsi
overload -2 : ";
cout<<hitung(2)<<endl;
cout<< "Hasilnya Fungsi
overload -3 : ";
cout<<hitung(3)<<endl;
getch();
}
int
hitung(int b)
{
return(b*b);
}
long
hitung(long c)
{
return(c*c);
}
double
hitung(double d)
{
return(d*d);
}
Output yang
akan dihasilkan, dari program contoh-6 diatas adalah :
Gambar 6 Running Contoh-6
BAB 3
PENUTUP
1). Kesimpulan
Fungsi (Function)
merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Kegunaan dari fungsi ini adalah untuk: Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama, dan program menjadi lebih terstruktur, sehingga mudah dipahami dan dapat lebih dikembangkan.
Fungsi memiliki
struktur fungsi,
prototipe
fungsi, parameter fungsi, pengiriman data ke fungsi, jenis variable, fungsi inline, dan function
overloading.
DAFTAR
PUSTAKA
Frieyadie. (2015). Buku Utama (C++).
Yogyakarta: Andi.
Komentar
Posting Komentar