Langsung ke konten utama

[BAB 5] Basis Data 2 - Set Operations



1.       Judul Materi

Set Operations

2.       Kemampuan Akhir Tahap Pembelajaran

Mahasiswa mampu memaksimalkan penggunaan query dengan set operations.

3.       Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan adalah: PC/Laptop, XAMPP, PHPMyAdmin, CommandPrompt atau Terminal.

4.       Teori

Pada pertemuan sebelumnya, mahasiswa belajar tentang penggunaan query SQL untuk fungsi agregat. Pada pertemuan ini mahasiswa diajarkan untuk memaksimalkan penggunaan query dengan set operations. Set operations adalah sekumpulan operasi yang digunakan pada keadaan dimana Anda harus menampilkan kombinasi hasil dari pernyataan SELECT. Operator dari set operations adalah Union, Intersect dan Except.

5.       Materi

Pada pertemuan ini diperlukan lebih dari satu tabel untuk database perpustakaan. Tabel tersebut memiliki karakteristik yang serupa dengan tabel barang. Misal tabel yang dimaksud adalah tabel yang menyimpan data-data barang rusak, sehingga memiliki nama barang_rusak:
Gambar 5.1 Tabel barang _rusak

Perhatikan pada CREATE TABLE yang dilakukan untuk barang_rusak diberikan AUTO_INCREMENT. Dengan demikian pada saat penginputan data baru, id_barang tidak perlu diisikan karena akan terisi sendiri dengan otomatis dengan nilai yang selalu meningkat (increment). Sekarang Anda bisa mengisi tabel barang_rusak dengan data sebagai berikut:

Gambar 5.2 Penginputan table barang_rusak

5.1          Operasi Union

Operasi Union digunakan ketika mendapati kasus diperlukannya penggabungan data dari dua tabel yang memiliki kesesuaian. Format dari operasi ini adalah: (SELECT …) UNION (SELECT …)
Sebagai contoh diperlukan data yang menggambarkan data seluruh barang, baik yang masih bagus ataupun yang sudah rusak. Dengan demikian diperlukan operasi union antara tabel barang dengan tabel barang_rusak:
Gambar 5.3 Konsep UNION pada MySQL

5.2          Operasi Intersect

Operasi Intersect digunakan ketika mendapati kasus diperlukannya irisan data dari dua tabel yang bersesuaian. Pada MySQL tidak terdapat perintah INTERSECT, sehingga dapat digunakan format berikut untuk menggantikannya:
SELECT a FROM b WHERE a IN (SELECT a FROM c)

Sebagai contoh diperlukan data barang yang terdapat pada tabel barang dan juga terdapat pada tabel barang_rusak:
Gambar 5.4 Konsep INTERSECT pada MySQL

5.3          Operasi Except

Operasi Except adalah kebalikan dari Intersect, dimana diperlukan tampilan data dari suatu tabel x yang tidak ada di tabel y. Formatnya pada MySQL adalah sebagai berikut:
SELECT a FROM b WHERE a NOT IN (SELECT a FROM c)
Sebagai contoh diperlukan data barang yang rusak semua, sehingga tidak ada di tabel
barang:
Gambar 5.5 Konsep EXCEPT pada MySQ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Graf (Graph) dan Pohon (Tree) - Algoritma Pemrograman 2

Graf ( Graph ) dan Pohon (Tree) pada C++ 1). Definisi Graph Graf adalah kumpulan noktah (simpul) di dalam bidang dua dimensi yang dihubungkan dengan sekumpulan garis (sisi). Graph dapat digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Representasi visual dari graph adalah dengan menyatakan objek sebagai noktah, bulatan atau titik ( Vertex ), sedangkan hubungan antara objek dinyatakan dengan garis ( Edge ). G = (V, E) Dimana : G = Graph V = Simpul atau Vertex , atau Node, atau Titik E = Busur atau Edge , atau arc Graf merupakan suatu cabang ilmu yang memiliki banyak terapan. Banyak sekali struktur yang bisa direpresentasikan dengan graf, dan banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan bantuan graf. Seringkali graf digunakan untuk merepresentasikan suaru jaringan. Misalkan jaringan jalan raya dimodelkan graf dengan kota sebagai simpul ( vertex/node ) dan jalan yang menghubungkan setiap kotanya sebagai sisi ( edge ) y...

Cara Konfigurasi DNS Server & Web Server di Debian - Administrasi Jaringan

ADMINISTRASI JARINGAN KONFIGURASI DEBIAN DNS DAN WEB SERVER A.    Tujuan Praktikum Mahasiswa dapat mengkonfigurasikan DNS dan Web Server dengan sistem operasi Debian. B.    Isi Praktikum 1.       Langkah pertama login terlebih dulu ke system operasi Debian yang dipakai. 2.       Masuk ke Terminal untuk memulai konfigurasi. 3.       Setelah Terminal terbuka, lalu kita harus masuk sebagai super user atau root terlebih dulu.   4.       Masuk ketahap awal dengan mengetikkan perintah nano /etc/network/interfaces 5.       Setelah masuk di perintah nano /etc/network/interfaces , ubah dan tambahkan perintah: auto eth0 iface eth0 inet static          ...